Hipotesis pertama, semakin terkonsentrasi struktur kepemilikan di suatu perusahaan, konflik keagenan cenderung lebih tinggi dan akhirnya berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitiannya membuktikan kebenaran hipotesis ini. Bahwa semakin besar kepemilikan, semakin turun nilai perusahaan. Bahwa ekspropriasi meningkatkan konflik antara pemegang saham mayoritas dan minoritas.
Baca Juga: tugas HRD
Dari 220 perusahaan yang dijadikan sampel diketahui bahwa 50% sangat terkonsentrasi atau dikuasai oleh pemegang saham ultimat dengan porsi kepemilikan saham minimal 51%.
Artikel Terkait: pengertian pemberdayaan masyarakat
Hipotesis kedua, semakin terkonsentrasi struktur kepemilikan di suatu perusahaan, semakin tinggi risikonya. Hipotesis ini tidak terbukti dalam penelitian. Menurut Kiki, hal itu mungkin terjadi karena manajemen melakukan earning smoothing dengan earning management. Untuk kepentingan pemegang saham, manajemen acap melakukan earning smoothing atau perataan laba.
Hipotesis ketiga, perbedaan identitas pemilik pengendali memiliki dampak yang berbeda terhadap nilai perusahaan. Kiki membuktikan, tidak semua perusahaan yang kepemilikannya terkonsentrasi menurunkan nilai perusahaan. Buktinya, emiten BUMN, yang mayoritas sahamnya dikuasai pemerintah, justru menaikkan nilai perusahaan.
Blog sawitri merupakan catatanku di website yang akan menyajikan informasi seputar ilmu pengetahuan secara gratis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Alasan Kemenperin Ungkap Indonesia Defisit Baja Ringan
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan Indonesia masih kekurangan pasokan baja ringan. Padahal, baja ringan diperlukan untuk pemb...
-
Rumah minimalis tipe 36 sedang menjadi primadona tempat hunian. Terutama bagi pasangan yang baru menikah, Bunda. Ruangannya yang tidak terl...
-
Saat ini untuk menyelamatkan laut dan pesisir nggak harus terjun langsung ke lapangan, girls! Kamu bisa menyelamatkan laut dan pesisir denga...
-
Kemarau berkepanjangan yang masih terus terjadi menyebabkan 522 hektar lahan di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dipastikan puso (gagal...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar